Lewati ke konten utamaSkip to Content
MateriMekanisme & RisikoMekanisme Pasar

Mekanisme Pasar (Sistem Perdagangan Bursa)

Setelah proses pembukaan akun dan penyetoran modal awal selesai, langkah selanjutnya adalah memahami mekanisme operasional di Bursa Efek Indonesia. Pengetahuan mengenai tata tertib dan sistem perdagangan sangat penting untuk menghindari kesalahan teknis saat melakukan transaksi.

Fokus Artikel: Memahami jadwal perdagangan resmi BEI, satuan transaksi lot, serta mekanisme pembentukan harga di bursa saham guna mengoptimalkan proses eksekusi transaksi.

Jadwal Operasional Perdagangan

Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki jadwal operasional tetap. Seluruh transaksi dilaksanakan pada hari bursa dengan pembagian sesi sebagai berikut (Waktu Indonesia Barat/WIB):

Senin hingga Kamis:

  • Sesi I: 09:00 – 12:00
  • Sesi II: 13:30 – 16:00

Jumat:

  • Sesi I: 09:00 – 11:30 (Penyesuaian waktu ibadah)
  • Sesi II: 14:00 – 16:00

Selain sesi reguler, terdapat sesi Pre-Opening (08:45 – 08:55) dan Pre-Closing (15:50 – 16:00) yang digunakan untuk menentukan harga pembukaan dan penutupan hari bursa.

Catatan: Bursa mengikuti hari libur nasional dan cuti bersama. Jadwal perdagangan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan Bursa Efek Indonesia. Selalu periksa jadwal terbaru sebelum melakukan transaksi.

Satuan Transaksi: LOT

Dalam perdagangan saham di Indonesia, satuan transaksi terkecil yang digunakan adalah Lot. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, 1 Lot setara dengan 100 lembar saham.

Contoh perhitungan: Apabila harga sebuah saham tercatat sebesar Rp1.500 per lembar, maka dana minimal yang diperlukan untuk membeli 1 Lot saham tersebut adalah: Rp1.500 x 100 lembar = Rp150.000 (belum termasuk biaya transaksi/brokerage fee).

Order Book dan Pembentukan Harga

Setiap saham memiliki Order Book yang menampilkan daftar antrean minat beli dan minat jual secara transparan.

Diagram Order Book: Bid vs Offer/Ask

Rincian Pembentukan Antrean:

  • 🟢 Bid (Antrean Beli): Daftar harga dan jumlah volume lembar saham di mana calon pembeli bersedia menaruh penawaran beli. Minat beli diantrekan secara berurutan mulai dari harga tertinggi ke terendah (demand priority). Transaksi sukses (matching) akan terjadi ketika ada penjual yang bersedia melepas sahamnya di harga tersebut.
  • 🔴 Offer / Ask (Antrean Jual): Daftar harga dan jumlah volume lembar saham di mana pemegang saham (penjual) menawarkan aset miliknya untuk dijual. Minat jual diantrekan dari harga terendah ke tertinggi (supply priority). Pembeli yang ingin segera memiliki saham dapat membeli langsung (Hajar Kanan atau Haka) pada harga Offer terendah saat itu.

Indikasi Harga Keseimbangan (IEP & IEV)

Pada sesi pra-pembukaan dan pra-penutupan, sistem bursa menampilkan indikator untuk membantu investor memprediksi harga yang akan terbentuk:

  • IEP (Indicative Equilibrium Price): Informasi harga acuan yang diperkirakan akan menjadi harga pembukaan atau penutupan berdasarkan volume penawaran dan permintaan yang masuk.
  • IEV (Indicative Equilibrium Volume): Indikasi total volume yang berpotensi dapat dipertemukan atau dieksekusi pada harga IEP tersebut.

Batasan Fluktuasi Harga: Auto Rejection

Bursa menerapkan sistem Auto Rejection untuk menjaga stabilitas pasar dan mencegah volatilitas harga yang ekstrem. Berikut adalah batasan persentase kenaikan dan penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan (Auto Rejection Simetris):

Rentang HargaBatas ARA (Atas)Batas ARB (Bawah)
Rp50 - Rp20035%35%
> Rp200 - Rp5.00025%25%
> Rp5.00020%20%

Simulasi Perhitungan: Misalkan Saham XYZ ditutup di harga Rp100 per lembar pada hari sebelumnya. Karena harga Rp100 masuk dalam rentang Rp50 - Rp200, maka berlaku batas 35%. - Batas ARA: 100+(100×35%)=Rp135100 + (100 \times 35\%) = \mathbf{Rp135} - Batas ARB: 100(100×35%)=Rp65100 - (100 \times 35\%) = \mathbf{Rp65} Artinya, dalam hari tersebut, harga Saham XYZ tidak bisa naik melebihi Rp135 dan tidak bisa turun lebih rendah dari Rp65.

  • ARA (Auto Rejection Atas): Batas maksimum kenaikan harga. Pesanan beli di atas harga ini akan ditolak otomatis oleh sistem.
  • ARB (Auto Rejection Bawah): Batas maksimum penurunan harga. Pesanan jual di bawah harga ini akan ditolak otomatis oleh sistem.

Pemahaman mendalam mengenai mekanisme pasar ini akan memberikan rasa percaya diri bagi Anda dalam mengeksekusi strategi investasi. Pada artikel berikutnya, kita akan membahas teknik pemilihan saham yang berkualitas.

FAQ Mekanisme Pasar

1 Lot isi berapa lembar saham?

Sesuai regulasi resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), 1 Lot setara dengan 100 lembar saham. Semua transaksi pasar reguler wajib menggunakan kelipatan satuan lot ini.

Apa itu ARA (Auto Rejection Atas) dan ARB (Auto Rejection Bawah)?

  • ARA (Auto Rejection Atas): Batas maksimal persentase kenaikan harga saham dalam satu hari (berkisar antara 20% hingga 35% tergantung fraksi kelompok harga).
  • ARB (Auto Rejection Bawah): Batas maksimal persentase penurunan harga saham dalam satu hari bursa. BEI menerapkan Auto Rejection Simetris di mana persentase ARA dan ARB adalah sama.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sebagai investor.

Last updated on